Un-tittle (Mr. Maskur and Senja)
Un-tittle
(Mr. Maskur and Senja)
betapa kejam rindu menghunus jantung..
menangisi pujangga ditelan bumi
Seperti pecahan hati seorang gadis
Ia tertawa dalam hujan
sehabis rindu dilarungkan
bersama rintik ke tigapuluh.
rindu bukanlah pedang pun samurai
nyalanya adalah hati
wanginya adalah pedih
dendangnya adalah ritme jantung
Rindu bukan sayatan pada daging burung kondor,
Ia hanya coretan di balik punggung cinta..
Lalu kita hanya terburu-buru menuangkannya:
menjadi
kegelisahan
Mengapa menuding gelisah menjadi haribaan tak
berkesudahan?
Jika bukan karna rindu, hari tak segelap malam;
tanpa pendar
cahaya.
Rindu ialah nyala kunang-kunang,
Sayap cahaya yang merayu mata diantara gelap..
Tapi mata terlalu sendu tuk merindu di kejauhan
Seperti bermunajat pada pipih bulan pucat pasi
Biarkan kutangkap satu buatmu-kunang cahaya
Biar kenangan berpendaran di tiap jalan
Bulan kan mengintipmu malu-malu;
Bisa jadi ia
cemburu
Komentar
Posting Komentar