JUJUR

Sifat yang sebenarnya mudah menerapkannya tetapi sulit bagi pemilik sifat ini. Pasti selalu saja ada pengganggu alias setan yang membuat kejujuran ini menjadi pudar. Bagaimana mempertahankan sifat jujur ini di kala dunia yang serba teknologi ini merajahi pikiran anak-anak muda bahkan orang tua sekalipun? Ada tiga cara mempertahankan kejujuran. Bagaimana aku bisa mengatakan tiga hal ini padahal sebenarnya aku sendiri masih sulit untuk mempertahankan kejujuranku. Ya semoga ini bisa menjadi batu cambukan untuk kalian semua saja yang membaca website saya.
Pertama adalah jujur pada diri sendiri. Kenapa kita harus jujur pada diri sendiri, sebab jika apapun yang kita lakukan atas dasar kebohongan tentu kebelakang akan buruk juga dampaknya untuk diri kita, bahkan orang lain di sekitar kita. Misalnya saja hati kita ingin sekali pergi ke masjid. Seorang teman bertanya "Apakah kamu mau pergi ke masjid?", tapi jawabanmu mengejutkan "Tidak, aku sudah ibadah tadi.", "Oh baiklah ayo kita pergi ke pasar." Padahal jika kita mau jujur atas apa yang kita inginkan toh pasti teman kita akan toleransi menunggu kita. Kita tidak akan kehilangan vertikal kita ataupun teman kita. Kalau sudah seperti ini hati pasti gusar dan berfikir, "Kapan ya ke pasarnya selesai, waktu sholat asar ku hampir habis ini, duh gimana ya bilangnya ke dia. Aduh." Seperti itulah gambarannya. Jika anda beritahu teman anda saat itu juga pasti teman anda akan merasa berdosa seumur hidupnya karena tidak mengantarkan anda ke dalam ibadah anda. Bahaya sekali dampak yang terjadi. Terjadi pada diri kita dan orang lain juga terkena dampak pikiran yang tidak karuan. 
Kedua adalah jujur dalam ibadah. Loh diatas tadi bukannya sudah merupakan contoh jujur ibadah? Oh bukan. Maksud dari jujur dalam ibadah adalah jujur antara diri kita dan Allah SWT. Ibadah disini adalah sholat. Misalnya saja kita sholat isya, 4 rakaat. Memang orang lain tidak ada yang tahu kita berada pada rakaat ke berapa, akan tetapi hanya Allah SWT dan kitalah yang tau sudah sampai rakaat ke berapa. Setidaknya kita jujur jika kita baru sampai rakaat pertama ya semestinya menyelesaikan hingga rakaat ke empat. Tidak malah mengaku-aku kalau sudah rakaat ke empat. Kenapa musti berbohong sih dalam ibadah. Ibadah sholat 5 waktu setiap hari masa kita akan berbohong demi mempercepat ibadah agar cepat selesai? Of course not. Ini tidak baik untuk kehidupan kita. Kita akan menjadi orang yang terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, tergesa-gesa dalam menghadapi sesuatu, ingin cepat selesai dan tidak sabaran. 
Ketiga adalah jujur dalam niat. Jujur dalam niat ini berfungsi sekali dalam hidup kita. Niat kita membantu orang ya membantu orang tidak usah meminta imbalan kepada orang yang kita tolong. Jika kita mendapatkan imbalan anggap saja itu rezeki tambahan untuk kita dari Allah SWT. Pasti akan mendapatkan yang lebih baik ketika niat kita benar. 


Pacitan, 6 Juli 2017
Padhepokan Nduk Na

Komentar

Postingan Populer