AIR

Mengapa setiap orang di dunia ini melakukan permusuhan? Mengapa tidak sekalipun menginginkan kedamaian? Kurasa hanya sebagian kecil dari kita yang menginginkan sebuah perdamaian abadi diantara sesamanya. Sebenarnya ini bermula dari sifat kita. Sifat egois dan ketidaksabaran. Sebenarnya jika kita menuang sedikit rasa sabar, yang terjadi adalah keseragaman rasa diantara kita bersama. Contohlah air. 
Seperti air. Bersabarlah seperti air. Ia akan tetap mengalir walau benda lain menghalangi langkahnya. Air akan terus berjalan, berkelok sesuai jalan yang ia temui tapi dia tidak akan pernah berhenti satu kalipun walau di depannya ada batu yang teramat besar sekalipun. Ia akan mendorong rintangan itu menuruni tikungan yang terjal sampai pada hilir. Lalu air akan kembali mengalir bersama reranting, dedaunan, pasir laut, ikan-ikan dan terumbu karang. Air tidak pernah memusuhi siapapun yang ia hadapi. Ia selalu berkawan baik bahkan mendorong ke arah yang positif. Menjadi manusia haruslah seperti air. Tidak terlihat tapi selalu mendorong dirinya untuk selalu menjadi yang terbaik. Orang melihat air seperti tidak melakukan sesuatu, tapi sebenarnya dia berusaha keras menangkis rintangan dalam hidupnya. 
Air. Walau ia diabaikan sekalipun ia tetap berusaha untuk terus ada melalui celah-celah, sibakan batuan dan kelokan yang diciptakan Tuhan. Air. Walau ia mendapatkan banyak ucapan terimakasih tetap saja dia selalu mengalir tidak berhenti dan menyombongkan diri menjadi gelombang parau. Ia tetap diam, tenang, berusaha habis-habisan dan senantiasa bersabar sesuai alir yang ia lalui. 
Jadi, tidak baiklah setiap orang saling bermusuhan. Jika semua orang memiliki sifat sabar seperti air maka tidak akan pernah terjadi perselisihan. Mengapa demikian? Begini misalnya. Ada seseorang yang mendapatkan rezeki atas jerih payahnya, lalu si A menginstropeksi diri mengapa dirinya belum kunjung mendapatkan rezeki. Yang terjadi adalah A dan seseorang tadi akan saling menghargai bahkan memotivasi untuk kebaikan A. Tapi apa jadinya jika A tidak pernah instropeksi? Dia akan selalu memusuhi orang yang mendapatkan rezeki. Miris sekali kan. Oleh karenanya sudah semestinya kita menanamkan sifat sabar dalam diri kita. Sabar dalam segala hal. Kalau memang belum rezeki ya sudah kita berusaha lagi di lain bidang. Jika belum beruntung berusaha dan jangan lupa berdoa juga. Jangan pernah menyerah untuk suatu hal. Air saja kuat untuk menggerus terumbu karang. Masa kita tidak mampu berjuang diantara kerikil dan cobaan hidup? 




Pacitan, 7 Juli 2017
Padhepokan Nduk Na

Komentar

Postingan Populer