Perenungan Malam


Kugapai-gapai malam,

Yang telanjang,

Kenangan yang remang,

Terlukis semua akan diriku yang silam

Pada sebuah botol marjan,

Dimana kuikut nenek bermain ayam,

Yang selalu terdiam,

          Saat semua saling membentak, tak karuan.

Diriku terikut dalam demonstrasi besar,

Bermodal botol marjan yang lawas

Komentar

Postingan Populer